Prediksi Kelulusan Tepat Waktu Mahasiswa STMIK YMI Tegal Menggunakan Algoritma Naïve Bayes

Abstrak
Kualitas perguruan tinggi, khususnya program studi di Indonesia diukur berdasarkan akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN PT.
Kualitas tersebut diukur berdasarkan 7 standar utama, salah satu nya adalah Mahasiswa dan Lulusan. Perguruan tinggi memiliki data akademik dan biodata mahasiswa sejak mereka mendaftar hingga lulus kuliah. Algoritma klasifikasi data mining Naïve Bayes dapat digunakan untuk prediksi kelulusan mahasiswa yang nantinya bisa di kategorikan tepat waktu atau tidak tepat waktu, dari hasil prediksi bisa di manfaatkan untuk dasar pengambilan keputusan sehingga dapat meningkatkan kualitas dari keputusan manajerial institusi. Banyak variabel yang mempengaruhi mahasiswa bisa lulus secara tepat waktu, sehingga dalam penelitian ini menggunakan faktor internal (faktor dari dalam diri sendiri) dan faktor eksternal (faktor dari luar diri sendiri). Faktor eksternal yang digunakan untuk menjadi penentu dalam model ini antara lain status kerja dan status perkawinan.Berdasar faktor tersebut apakah faktor eksternal berpengaruh pada kelulusan mahasiswa secara tepat waktu. Hasil dari penelitian ini adalah pengukuran akurasi, dimana sebelum didapatkan nilai akurasi dilakukan pengujian dengan memanfaatkan ROC Curva dan k-fold cross validation,pengujian dilakukan sebanyak 10 fold. Dari hasil pengujian didapat nilai akurasi rata-rata sebesar 91,29%, sedangkan nilai akurasi tertinggi dari hasil pengujian 10-fold cross validation sebesar 94,34%.

 Download Versi OJS

WorkShop KKNI

Hubungan Kualifikasi Lulusan Pendidikan Formal dengan Pasar Kerja
 Sumber: DuniaDosen
Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah program pemerintah Sebagai Salah Satu Proses  Pengembangan Kurikulum UU No. 12 Tahun 2012 Pasal 29 Ayat (2) menyatakan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional menjadi acuan pokok dalam penetapan kompetensi lulusan pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.
dalam workshop yang di ikuti oleh seluruh dosen tetap STMIK YMI ini pembicara menjelaskan bahwa Kurikulum KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,  menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. dimana KKNI merupakan perwujudan mutu  dari jati diri bangsa indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki oleh Indonesia. dalam workshop ini juga dijelaskan tentang 9 jenjang kualifikasi, Jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja.
Gambar 1. Sambutan Ketua Panitia
Dasar Regulasi Pemerintahan Tentang Kurikulum
  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2007 Tentang Pengesahan Regional  Convention On The Recognition Of Studies, Diplomas And Degrees In Higher Education In Asia And The Pacific.
  2. Undang-undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, pasal 29 ayat (2)
  3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang KKNI
Penjelasan Lebih Lanjut Tentang KKNI dapat didownload dilink berikut:


Download Materi KKNI

PPM Desa Kertayasa Tegal



Sebagai salah satu bentuk kepedulian Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dalam mengembangkan peranan perguruan tinggi, yaitu dengan diselenggarakannya pelatihan komputer bagi para pamong desa Kertayasa, kecamatan Kramat, kabupaten Tegal.
Upaya ini perlu dilakukan karena pejabat desa kurang lancar dalam membuat administrasi surat menyurat. Hal ini didasarkan pada hasil survey yang dilakukan oleh Tim PPM Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) Yayasan Manajemen Indonesia di desa Kertayasa bahwa hal yang sangat mendesak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan desa Kertayasa adalah pelatihan komputer bagi para pamong dan pejabat desa. Dengan program pelatihan ini diharapkan para pamong dan pejabat desa Kertayasa dapat terampil mengoperasikan komputer khususnya untuk olah data administrasi surat menyurat dengan program Microsoft Word 2007. Pemilihan kedua program pelatihan komputer tersebut didasarkan sematamata atas permintaan para pamong dan pejabat desa pada saat Tim PPM mengadakan kunjungan ke desa tersebut sebelum pelatihan komputer dimulai. Ternyata dalam kenyataannya, setelah pelatihan program Microsoft Office Word 2007 tersebut selesai dikuasai oleh para pamong dan pejabat desa, mereka masih memerlukan tambahan pelatihan lagi dengan Microsoft Excell dan Microsoft Power Point. Microsoft Power Point ini merupakan program yang digunakan untuk melakukan presentasi, yang biasa digunakan pada saat pemaparan hasil kerja ataupun program kerja serta seminar . Sedangkan program Excell yang dipilih oleh para pamong dan pejabat desa adalah sebagai alat hitung aktifitas keungan desa. Mengingat program Microsoft Excell dan Power Point dirasa amat penting untuk diketahui para pamong dan pejabat desa maka Tim PPM memberikan tambahan pelatihan untuk kedua program tersebut. Tekait dengan hal tersebut, Tim PPM Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat STMIK YMI memandang perlu pelatihan program Microsoft Excel, Power Point, untuk diselenggarakan.
Program PPM ini juga sekaligus sebagai tanggapan terhadap keinginan para pamong dan pejabat desa Kertayasa, yang sejak lama merasa bahwa mereka belum cukup mampu untuk menggunakan program-program komputer tersebut dalam menunjang pekerjaannya sehari-hari di desa.

Download Laporan Akhir